Karna makan mengenyangkan, aku suka makan
Karna komik lucu, aku suka membacanya
Karna dorama seru, aku suka menontonnya
Tapi, karna belajar membosankan, aku gak mau belajar!
Begitulah sepotong pikiran ku, sederhana, masuk akal, namun cukup bodoh.
Ada kalanya aku merasa cukup cerdas dan cepat dalam memahami sesuatu yang membuatku malas untuk banyak belajar. Kau bisa bilang ini fragmen dari sifat sombong. Tak sedikit orang sombong yang bodoh.
Karna belajarpun nantinya akan lupa, lebih baik belajar saat akan dekat dengan ujian..
Salahkah?
Benar atau salahnya aku tidak tahu, karna selama ku menjalani masa studi dari sekolah dasar hingga perkuliahan, cara belajar yang sering disebut 'sistem kejar semalam' atau SKS, sedikit banyaknya membuahkan hasil dari yang bagus sekali sampai yang nyaris berbahaya. Tapi tak sedikit pula yang malah menjadi bumerang, apalagi ketika sistem itu menurunkan kualitas fisik ku saat ujian. Karna itu aku tidak bisa bilang bahwa SKS adalah cara belajar yang tepat bagiku.
Para 'ikemen' itu gak muncul dalam buku diktat ku,
ketika melihat video tentang tatalaksana pasien kecelakaan membuat nafsu makanku hilang,
jangankan jam 12 malam jam 10 saja bantal sudah terasa sangat empuk ketika kepala ini bersandar padanya
Serotonin hampir sama sekali tak terbentuk di otak ku saat aku belajar, membosankan!
Tuhan, aku gak pengen belajar!!
Tapi, kenapa aku harus???
「どうせなら私が嫁に行くことはもう決まるだしわざわざ勉強することは必要ないでしょう?!」
Kira-kira seperti itu yang dikatakan Meiko dalam salah satu episode 'Gochisousan'
"Nantinya aku juga cuma akan jadi seorang istri, kenapa harus belajar tinggi-tinggi?!"
Yah, 11-12 lah sama pernyataan ku di awal
Wanita ditakdirkan untuk melayani suaminya kelak, memasak, mengurus anak dan membersihkan rumah, lalu kenapa kita harus belajar hal-hal yang nantinya tidak berhubungan dengan kehidupan rumah tangga??
Perempuan normal didalam hidupnya paling tidak sekali pernah berpikir tentang hal ini
Dan aku, yang jelas-jelas dulu memilih jurusan kedokteran saja terkadang masih memikirkannya
Kedokteran, sebuah pilihan yang bukan main telah ku buat
Kenapa ya hari itu aku berpikir untuk menjadi dokter??
Aaaaaa~!
Tidak ada waktu untuk melakukan putar ulang mencari tahu alasan ku berada di sini, di saat ini.
Waktu tinggal sedikit, dan ketakutan telah menyelimuti pikiranku
"Kau bisa gagal, kemungkinan besar..."
Untuk saat ini biarlah aku belajar untuk melawan ketakutan ku
Walaupun sekelebat alasan telah kembali muncul, seperti ingin membanggakan orangtua, menjadi kaya raya dan bermanfaat bagi orang lain, untuk saat ini... saat ini saja...
Tuhan,
aku takut,
karna itu aku akan belajar.
Minggu, 22 Februari 2015
Sabtu, 14 Februari 2015
pesan dari saudari #1
Kecewa...
Dibaliknya terdapat jawaban terbaik dari Allah..
Yang terbaik, datang dengan cara yang terindah
Yakinlah..
(ANS-chan)
sabar itu...
membawa sebuah keberkahan
mengkokohkan sebuah keimanan
membentengi dari sebuah kebencian
karna sabar adalah cinta
maka cinta akan membawa kebahagian
Allahu ya Rahman, Allahu ya Rahiim
(HNS-chan)
Dibaliknya terdapat jawaban terbaik dari Allah..
Yang terbaik, datang dengan cara yang terindah
Yakinlah..
(ANS-chan)
sabar itu...
membawa sebuah keberkahan
mengkokohkan sebuah keimanan
membentengi dari sebuah kebencian
karna sabar adalah cinta
maka cinta akan membawa kebahagian
Allahu ya Rahman, Allahu ya Rahiim
(HNS-chan)
Kamis, 30 Oktober 2014
suddenly 21
last night, right a minute before the date in the front desktop of my phone change, i closed my eyes, trying to be asleep at the last day of my 20
just like last year, i set my fb not too show my birthday info, because the same reason, i don't know how to deal with ppl who will greet me, it just awkward to be somehow special only in the single day which usually you've never been.
still, my precious treasure, family, be the first ones who greeted me while i was a half-sober from my morning, i am happy little girl!
and in this most-ordinary-birthday of mine i actually unintendedly celebrated it by myself. i was just trying to test a recipe which i got from internet and it turned to be a super glamourous lunch, i myself didn't believe i made it..
don't know how to name it but basically it's more like western breakfast which included scramble egg with fried sausages topped with cheesy mushroom sauce, don't forget the primary dish => rice
don't have the pic, i tried to have it while it's still warm..
also i had a grape squash syrup which i imagined as i drink a red wine (lol)
so yeah, so ordinary, but i relieved it'll pass soon to the 2nd day of my 21 age
これからもガンバです!!! /( YoY )\
Sabtu, 20 September 2014
The Old Maid
We played that "Babanuki" or "The Old Maid" card game.
That old maid was wandering from one's hand to another.
Like a tragedy, happens from one to another's life.
We just played and laughed.
Didn't care about tomorrow, didn't worry about what will come.
For a second, i thought i was saved.
Well, i have good friends.
It ain't tears that heal, it's ice cream
I knew it was all my fault, and i'm totally conscious that this would be happen sooner or later.
Tears flown like a river, though it was shallower than before.
In the middle of my 'nowhere'-drive, i realized ice cream would be better to set up everything.
And i just turned back all the way to Him, everything will be alright.
Yes it will, as long i determine myself for being a better human.
What a touching story~
Rabu, 17 September 2014
最近のエピソード
(8・9)みんなが頑張ってる
(9.9)みんなが不安を感じる
(16.9)みんなが泣いてる
(17・9・朝)みんなが助けられる
(17・9・夜)みんなが本当のことを分かってはじめる
どうしてもあたしは研究者になることに決めた。
(9.9)みんなが不安を感じる
(16.9)みんなが泣いてる
(17・9・朝)みんなが助けられる
(17・9・夜)みんなが本当のことを分かってはじめる
どうしてもあたしは研究者になることに決めた。
Keputusan
"Banyak yang terjadi, warnawarni
Lukisan yang urakan itu telah menampakkan makna seiring polesan tinta baru saling bertumpukan
Saat si pelukis mulai merasa puas akan karyanya ia termakan keegoisan dan obsesi
Ia lupa, bila melihat lebih seksama masih nampak warna kelam menyeruak, ngeri..."
Yah, terserah mau seperti apa sajaknya, aku sudah memutuskan
Entah itu lukisan atau apalah, aku tak akan berhenti memoleskan warnanya
Meskipun tak akan indah lagi, meskipun akan tetap menyedihkan
Sedikit.
Sedikit saja, aku telah merasa lebih kuat dari sebelumnya
Itu saja cukup untuk saat ini.
Allah bersamaku..
Lukisan yang urakan itu telah menampakkan makna seiring polesan tinta baru saling bertumpukan
Saat si pelukis mulai merasa puas akan karyanya ia termakan keegoisan dan obsesi
Ia lupa, bila melihat lebih seksama masih nampak warna kelam menyeruak, ngeri..."
Yah, terserah mau seperti apa sajaknya, aku sudah memutuskan
Entah itu lukisan atau apalah, aku tak akan berhenti memoleskan warnanya
Meskipun tak akan indah lagi, meskipun akan tetap menyedihkan
Sedikit.
Sedikit saja, aku telah merasa lebih kuat dari sebelumnya
Itu saja cukup untuk saat ini.
Allah bersamaku..
Sane
"Putih, bersih, hal itu tidak akan terjadi pada selembar kanvas seorang pelukis sejati.
Warna tinta yang ia tumpahkan di palet nya begitu beragam sebanyak ide yang ada di otaknya
Kini kanvas itu telah tertimpa oleh banyak rahasia, kenangan, dan dosa
Hasil tarian jari jemari seorang jenius dengan tongkat ajaibnya yang ia torehkan setiap hari
Karya yang menakjubkan dan tak ada yang tahu bagaimana sebenarnya pilinan kisah dibaliknya
Kini kenyataan mengharuskan sang pelukis untuk membuatnya terlihat polos kembali, putih seperti sedia kala
Indah, bersih, cerdas... imej itu yang diinginkan oleh mereka
Nafsu, bohong, dan janji yang terlewati... itu yang rupanya terlanjur melekat dalam paduan warna
Sejarah akan dipaksa untuk berganti
Masa depan akan disusun bagai potongan puzzle yang tak sesuai
Sang pelukis terdiam, pemandangan dunia yang sejak dulu berputar dalam bola matanya kini terhenti memilu
Ia butuh seseorang untuk mengatakan padanya bahwa ia masih wara
Seseorang yang menyadarkannya bahwa jarum pendek di jamnya masih berjalan mengiringi waktu
Seseorang yang meyakinkannya bahwa ia masih berada pada dimensi yang sama walau masanya berbeda dengan saat kanvas itu masih putih
Lalu ternyata sang pelukislah yang paling mengerti, bahwa dunianya kini telah teraduk oleh mesin waktu"
Membacanya aku teringat, momen seperti ini telah beberapa kali terjadi
Meski mungkin rasanya tak sama seperti saat menulisnya, menyedihkan.
Warna tinta yang ia tumpahkan di palet nya begitu beragam sebanyak ide yang ada di otaknya
Kini kanvas itu telah tertimpa oleh banyak rahasia, kenangan, dan dosa
Hasil tarian jari jemari seorang jenius dengan tongkat ajaibnya yang ia torehkan setiap hari
Karya yang menakjubkan dan tak ada yang tahu bagaimana sebenarnya pilinan kisah dibaliknya
Kini kenyataan mengharuskan sang pelukis untuk membuatnya terlihat polos kembali, putih seperti sedia kala
Indah, bersih, cerdas... imej itu yang diinginkan oleh mereka
Nafsu, bohong, dan janji yang terlewati... itu yang rupanya terlanjur melekat dalam paduan warna
Sejarah akan dipaksa untuk berganti
Masa depan akan disusun bagai potongan puzzle yang tak sesuai
Sang pelukis terdiam, pemandangan dunia yang sejak dulu berputar dalam bola matanya kini terhenti memilu
Ia butuh seseorang untuk mengatakan padanya bahwa ia masih wara
Seseorang yang menyadarkannya bahwa jarum pendek di jamnya masih berjalan mengiringi waktu
Seseorang yang meyakinkannya bahwa ia masih berada pada dimensi yang sama walau masanya berbeda dengan saat kanvas itu masih putih
Lalu ternyata sang pelukislah yang paling mengerti, bahwa dunianya kini telah teraduk oleh mesin waktu"
Membacanya aku teringat, momen seperti ini telah beberapa kali terjadi
Meski mungkin rasanya tak sama seperti saat menulisnya, menyedihkan.
Sabtu, 24 Mei 2014
Smile :)
“And then he gives me a smile that just seems so genuinely sweet with just the right touch of shyness that unexpected warmth rushes through me.” (Suzzane Collins, The Hunger Game)
If we talk about things that simply easy to do but impacts great it would be smile. Many studies have shown that this little thing called 'smile' could make not only your psychology better but also really good for your body's health. Someone quoted that joy is a source for our smile, but sometimes smile can be the source of our joy. There was also a study that said people who smile more often live longer because it releases stress, slows the heart rate, and relaxes your body. People who see you smiling would absolutely get affected and its more likely will cause a good signal for 'em. That is why, i totally agree if someone says "smile is truly important".
"Today, when someone smiles, a glum mood is lifted, an apology is accepted, a person's shaky self-confidence gets a boost, a deal is struck, a physical attraction is communicated" (Women's Health Magz)
I found interesting facts about smile such as women smile significantly more than men do, especially in their late teens and as young adults; you would look more trustful when you're talking while smiling; smiling and laughter both have been shown to lessen pain. They release endorphins that lift our moods, but many of these act as natural painkillers too; aaand many more~
Smiling makes you happy. Seeing someone smiling would also brings you happiness.
If we talk about things that simply easy to do but impacts great it would be smile. Many studies have shown that this little thing called 'smile' could make not only your psychology better but also really good for your body's health. Someone quoted that joy is a source for our smile, but sometimes smile can be the source of our joy. There was also a study that said people who smile more often live longer because it releases stress, slows the heart rate, and relaxes your body. People who see you smiling would absolutely get affected and its more likely will cause a good signal for 'em. That is why, i totally agree if someone says "smile is truly important".
"Today, when someone smiles, a glum mood is lifted, an apology is accepted, a person's shaky self-confidence gets a boost, a deal is struck, a physical attraction is communicated" (Women's Health Magz)
I found interesting facts about smile such as women smile significantly more than men do, especially in their late teens and as young adults; you would look more trustful when you're talking while smiling; smiling and laughter both have been shown to lessen pain. They release endorphins that lift our moods, but many of these act as natural painkillers too; aaand many more~
Smiling makes you happy. Seeing someone smiling would also brings you happiness.
(>V<)
oh no, not that one XD
(´ ▽`).。o.
(all gifs belong to: miyuki-arashi)
Sabtu, 17 Mei 2014
Boku no Taiyou ~ Matahariku (956th day)
Langit masih gelap, belum ada pertanda seluruh sisi dari Jakarta
telah bangun dari lelapnya malam. Sebuah mobil Kijang melaju dengan kecepatan
biasa di atas jalan tol Jatiwarna yang kala itu masih sunyi.
Jarum-jarum kecil
di arlojiku menunjukkan waktu pukul 06.15, hari ini kami kembali berhasil untuk
berangkat meninggalkan rumah lebih cepat. Rasa bangga sedikitnya memenuhi
benakku meskipun hal ini merupakan hal yang sudah seharusnya bagi orang yang
duduk di bangku kemudi itu. Ya, hal ini selalu menjadi syarat mutlak bagiku agar bisa
diterima sebagai penumpang setiap hari sekolah, meskipun terkadang aku curang. Aku beruntung Markas Besar TNI
tempat ayahku bekerja terletak searah dengan lokasi sekolah tempat ku menimba ilmu.
Mobil dinas pinjaman ini selalu
memanjakan ku dari penuhnya penumpang pada kendaraan angkutan umum di setiap
paginya. Perawakannya sudah jauh dari mobil baru, bahkan pulasan sana-sini yang
menimpa bagian yang telah keropos menandakan jelas bahwa mobil ini sudah pantas
disebut ‘rongsokan’. Bukannya tidak bersyukur, tapi aku merasa ayah tak pantas mendapat jatah mobil ini balik jabatannya yang lumayan tinggi.
“Anginnya kencang, kita tutup saja jendelanya…” suara parau
itu memecahkan keluh ku dalam diam.
Kamis, 15 Mei 2014
Hiroshi-san!
Done writing the earlier post now i just wanna finish things that i started while rubbing my dizzy head.
Tenang, pusing gak bakal bisa menghentikan gejolak hati yang mengalir menuju ujung jari-jari ini.
So, bermula dari sebuah kisah seorang gadis muda yang begitu mengagumi negara Jepang beserta budayanya berkesempatan untuk datang dan mencoba makanan khas negeri sakura yaitu sushi. Di sanalah ia bertemu dengan seseorang yang membuat hidupnya berubah *mulai lebay*. Singkat nya kami datang, mesen, makan, kenyang kemudian iseng bertanya pada salah satu pelayan:
"mbak, itu Hiroshi-san ya?" tanya ku sambil menunjuk ke arah seorang bapak yang sedang sibuk menyapa pengunjung lainnya"
"Iya benar, mbak kenal ya?" jawab pelayan itu heran padaku yang mengenal nama master chef di resto itu.
"Ah nggak kok, mbak, cuma lihat di internet..." dan begitulah percakapan kami berakhir.
Gak ada niat mau nyamperin apalagi ngajak ngobrol, secara gak ada alasan juga untuk itu. Kecuali kami memesan 'sukiyaki' atau hotpot yang berisi berbagai bahan makanan yang khusus dimasak oleh Hiroshi-san langsung dari meja kita, bisalah caper dikit, tapi berhubung modal udah diujung dan perut udah penuh kami beneran harus bersabar kali ini. Namun rupanya gadis remaja yang menyertaiku saat itu dengan segudang mimpi di benaknya tak ingin menyerah begitu saja. Ia yang berambisi untuk melakukan gourmet report dengan serius, kemudian memaksa ku untuk meminta izin untuk meng-interview Hiroshi-san. Dia yang ambisi, ane yang jalan, yang lebih tua emang harus ngalah.
Dialog terbuka lagi namun dengan pelayan yang berbeda.
"Mbak, Hiroshi-san nya sibuk? Boleh gak kami interview?" Tanya kami bak wartawan majalah kuliner ternama.
"Oh, sebentar saya lihat dulu ya mbak..." jawabnya yang segera melesat menuju arah si master chef. "Hiroshi-san lagi makan mbak, ditunggu bentar ya.." kata si pelayan pada kami.
Langganan:
Postingan (Atom)
(Beating) Negative Thoughts
Ku kira, telah berhasil ku lewati fase yang paling sulit dari pengobatan penyakitku, yakni operasi. Ku kira, setelah ini aku sudah mulai bis...
-
Halo semuanyaaaa, kali ini aku akan memberi review beberapa dokter obgyn perempuan yang aku datangi untuk kontrol selama hamil anak perta...
-
Siip, ini adalah salah satu pengalaman yang wajib untuk diceritakan karena kesannya yang begitu melekat bagi kami para penghuni setia ka...


