Minggu, 19 Mei 2019

Tips agar anak ga hobi begadang

Hasil gambar untuk night time baby


Hay buibu pakbapak yang matanya merah liat layar abis begadang gegara si kecil abis ngajakin 'Dinas Malam', selamat pagi!! Tenang, hampir semua orangtua pasti pernah mengalaminya, hal yang biasa tapi jangan sampai keterusan yah pals! Berikut akan aku bagikan tips agar anak punya jadwal hidup yang teratur dan ga kebiasaan siaga di malam hari.

Well, sebelumnya aku mau cerita dikit gimana perjalanan ku mengasuh bayi endud gemesy ku dari 0 hari sampe sekarang udah mau 7 bulan.  Tiga bulan pertama so pasti jadi the toughest period yg bakal new parent rasain, ibarat diospek dulu, orangtua, terutama sang ibu dikondisikan agar terbiasa terjaga di malam hari untuk memenuhi segala kebutuhan si kecil. Berhubung newborn harus disusui tiap 2-3 jam sekali begitu pula dengan ganti popoknya, sang ibu wajibun alias kudu bangun tiap 2 jam di malam hari even though your baby doesn't ask you to (yaiyalah, horror jug akalo tengah malam tiba-tiba ada suara yang bilang "maa, mau nyusu dong"~hiiiy). Sebulan awal mungkin bayi akan sering terbangun dan menangis, tapi adakalanya ketika dia udah lama bangun  pas siangnya, malemnya dia bakal adem ayem tuh, itu tetep harus dibangunin untuk nyusu n ganti popok ya moooms. Nah, memasuki usia 3 bulan ke atas tidur anak akan lebih panjang di malam hari dan terjaga di siangnya.

Alhamdulillah sejak umur 3 bulan sampai sekarang zaysha jadwal tidur dan bangunnya lumayan teratur, seperti yang aku telah bahas di postingna sebelumnya. Paling telat jam setengah 8 malam udah tidur, bangun esok harinya sekitar jam 4 - jam 5 pagi. Begitu tiap harinya. Palingan bangun malam per 3 jam tapi langsung bisa ditidurin lagi dengan cara disusui atau ditimang. So, drama busui kurang tidur udah jarang banget terjadi kecuali kalo anaknya lagi sakit hehehe alhamdulillah. Bagaimana caranya Zaysha bisa teratur gitu jadwalnya?

Rabu, 15 Mei 2019

1st Ramadhan as a Parent (Daily Routine)



Masih ga nyangka waktu berlalu begitu cepat. Tiba-tiba udah punya anak, tiba-tiba udah jadi dokter, tiba-tiba romadhon (dhuaarr!)
Tahun lalu masih cengangas cengenges ke sana kemari dan tertawa, sementang masih pengangguran, hobinya jalan-jalan padahal perut udah mblendung isi dedek janin. Eh, ramadhan taun ini udah mau 7 bulan aja si mungil gemes ku. Maasya Allah, i’m so blessed for having all of these.
Berhubung zaysha udah MPASI jadi ga terlalu pusing mamaknya mikirin stok ASIP, alhamdulillah di hari ke-10 ramadhan ini masih belum ada yang bolong (semoga sampai akhir bisa full). Walaupun jujur awal-awal nya sering tergoda untuk batalin puasa karna adanya rukhshah (kemudahan) untuk busui yang dianggap seperti orang sakit sehingga boleh untuk meng-qadha atau membayar fidhyah di kemudian hari. Tapi karena aktivitas di puskesmas juga ga terlalu berat, so ga ada alasan untuk manjahh.

Sabtu, 11 Maret 2017

Hey Me, how do you do?

When i realize, time passed and i am heading to my 24th birthday in this October, which means a year ahead i will be 25 years old. Old enough to be titled as an 'adult woman' which i don't really think i am ready for that. Inside myself i'm just a little girl who loves to spend my time doing things i like without really thinking about the future.

Future, huh? Myself now is the future of me back in my teenage time. It makes me feel uncomfortable thinking how different i am to the 'me' version which i was always dreaming about back then. I still remember how i wished myself would become a powerful, inspirational woman with a bunch of life achievements, but look at me now.. i don't really have anything to be proud of.

I mean, i'm really thankful because God has fulfilled my dream to married in such young age, i am proud of my marriage life, and about my academic life, my rate is also good. But, the teenager 'Dizi' was dreaming something bigger than that, i always wanted to be a person who is good at many fields I discovered myself as someone who loves to write, draw sketches, and cook, and i wanted to use this hobbies to produce something like a book, or at least having my blog full with updates regarding my sketches and recipes. I wasn't able to make that dream come true, unfortunately.

I am walking this path of my life just like a leaf blown by the wind, led by the fate, unwilling to change the direction. That is me now, how sad..

Do i still have that chance to change?

Jumat, 11 November 2016

Beda pendapat boleh asal 1 rasa



Manusia diciptakan berbeda-beda, baik dari bentuk fisik hingga pola berpikir dan bertindak

Si A berperawakan sedang, penyuka warna putih dan mencintai segala makanan manis
Si B berperawakan tinggi, menyukai semua warna namun sangat anti makanan manis karna dapat menimbulkan kegemukan
Si C berperawakan kecil, penyuka warna hitam dan penyuka gorengan.
Si A, B, dan C dibesarkan oleh keluarga yang berbeda dan tumbuh di lingkungan yang berbeda. Ibu dari si A memang sering menyajikan makanan manis untuk keluarga nya. Sedangkan si B berhenti makan-makanan manis setelah tahu dirinya punya resiko menderita penyakit gula. Di depan rumah si C ada penjual gorengan yang senantiasa nongkrong tiap harinya.

Manusia cenderung memilih karena selera, pertimbangan akan masa lalu atau resiko yang akan muncul, ataupun pengaruh dari lingkungan sekitar.

Si A, B, dan C tidak bisa saling memaksakan agar satu dan lainnya memiliki selera yang sama dengannya, tidak pula membenci selera mereka yang lain darinya.
Keberagaman itu indah, namun rasa toleransi yang membuat keindahannya kekal.
Toleransi bukan hanya sekedar mengalah namun juga menghargai perbedaan itu sendiri.

Sayang sekali, kita semua sering lupa akan hal itu.

Melihat maraknya pemberitaan mengenai perpecahan yang terjadi di berbagai belahan bumi, tidak usah jauh-jauh, di tanah air sendiri. Kelompok-kelompok saling memusuhi, fitnah mengudara, kebencian terpupuk, semua merasa paling benar. Tiap kali berselancar di dunia maya, banyak berita provokasi yang tak jelas kebenarannya, baik berupa artikel, video, gambar, atau sekedar catatan singkat di facebook. Si A korup, si B pembohong, si C teroris. Saling tunjuk, begitu saja tak ada akhirnya.

Toleransi, ke mana ia pergi meninggalkan hati kita? Bukankah Allah mencintai kedamaian?
Si A percaya bahwa makanan manis tidak akan membuatnya sakit. Si B dan C tetap pada selera nya. Tentu si A tidak boleh menghina kebiasaan si A dan si C. Begitu pula Si A tidak boleh memaksa agar si C mau berhenti menyukai warna hitam. Ini hanya contoh sederhana.
Berbeda selera asal 1 rasa dalam hal toleransi.

Dimulai sekarang, dari diri sendiri.

Satu-satunya


Cuma satu, yang dari dulu dirindu
Satu, yang akhirnya ketemu
Satu, yang terbaik

2 Januari 2016, hari di mana senyum terkembang, airmata haru berhilir, ucap syukur terpanjat, dan harapan mengudara. Hari di mana sebuah lembaran baru dimulai dalam ikatan suci pernikahan dua insan yang berjodoh. Alhamdulillah aku resmi menjadi istri dari seorang lelaki bernama Muhammad Arisandy Pratama. Allah mempertemukan kami dengan cara yang baik melalui proses taaruf. 

Rabu, 09 November 2016

Welcome back, me!



Ya Allah udah lama banget ga nulis blog, tanggal 9 nanti tepat setahun ini blog ditinggal penghuni nya. Kalo diibaratkan dengan rumah, lantai nya udah diselimuti debu, dinding udah lembab, atap berjamur, laba-laba bersarang di mana-mana, hiiiy. Layout blog nya juga udah jadul banget nih, pengen ganti gak jadi2 padahal suamiku orang IT (ehem, ciee yg udah punya suami)~

Iyaaa banyak banget moment suka duka terlewati, udah bersuami, udah bermertua, udah ber-ipar, yang belum Cuma kelarin kuliah kedokteran (haduuuuh).

Selain menikah, dalam setahun ini eike juga sempat memulai usaha bersama seorang junior di koas. Kami menjual pakaian muslim dan hijab dengan brand name @yubella_hijab which is udah ga lanjut lagi karna alasan mau fokus ama kuliah dan ngurus suami (padahal LDR). 
Aku juga udah pernah ngurus anak lhooo, tapi anak kucing (insya Allah selanjutnya diamanahi anak manusia, aamiin). Sempet ngerasa jadi cat lady juga sih, ngurus 3 anak kucing dengan segala keriweuhan nya sampai pada akhirnya sekarang ga ada seekor pun yang nyisa di rumah. Dan jangan kelupaan, drama koas masih terus berlanjut. Direpetin konsulen, diadudomba ama perawat nyinyir, ditikung ama junior, sampe nangis di depan tukang buat jadwal koas, yea I know I was so pathetic, tp ga seru kalo ga ada drama ya kaan. 
Apalagi sekarang udah misah dr kelompok akibat spasing beberapa kali, harus lebih tangguh ke sana kemari ngurus sendiri, ga ada yang bisa ngebela yg ada sering di-skill. Well, yang penting udah kelewat :')

Banyak lagi mungkin yang terlupakan tapi, sisa-sisa memori yang masih nyangkut di otak mau aku kumpulin dimari supaya tahun-tahun ke depan bisa look back dan ketawa menyadari betapa bodohnya diri ini. And yeah, I’m still the old Dizi, cuma udah beda status ajah ;)

Senin, 09 November 2015

FAIL jadi orang aceh

Siang ini, ketika aku berniat untuk menuju mushola aku berpapasan dengan seorang staf OK yang beberapa kali telah ku temui sebelumnya. Saat itu, hanya ada aku dan bapak itu di koridor dan situasi berubah jadi awkward.

"Kiban?" sapanya sambil tersenyum ramah. 

Akuh? Langsung canggung dan jawab "eh? ya..., gitu pak... ehehehe" sambil cengar cengir linglung kayak ikan kesetrum

Lantas, ia melontarkan beberapa patah kata yang membuat ku sedikit banyaknya galau hari itu, "lhoh, gak bisa bahasa aceh ya??"

Bagai dentuman keras di telinga ku, merasa gak terima ku balas "bisa kok paaak...!" sambil melangkah pergi meninggalkannya tanpa pembelaan lebih lanjut.

So awkwaaaaard! Aku tahu bahwa "Kiban?" adalah kata ajaib yang digunakan orang sini ketika menyapa seseorang yang mana bernada akrab. Artinya secara harfiah sendiri adalah "bagaimana?", meskipun sebenarnya seseorang tidak benar-benar bertanya saat mengucapkan kata tersebut. Kalau dimisalkan dengan english menjadi "what's up?" yang bermakna "apa kabar" yang gak musti dijawab "kabar baik" dst, sekedar sapaan ajaaah. Yea, I know that pretty well! But i just flattered and didn't know what kind of answer would work in that moment!

Ugh, padahal udah lumayan pede ketika belakangan ini orang banyak yang bilang logat ku udah khas logat aceh, dan wajahku juga udah kayak orang aceh, tetapi ternyataaaaaa, udah gagal di level paling awal X"D

Another lebay story, gak terima dibilang gak bisa bahasa aceh walaupun kenyataanya memang enggak sih, hohohoho~

Cyto Bedah: Aroma yang Tak Terlupakan

Istilah 'pecah telor' biasanya kami gunakan bila terdapat satu kejadian yang teramat dihindari atau diharapkan sebelumnya (seringnya dihindari) kemudian pada akhirnya kena juga. Seperti misal di stase Penyakit Dalam dulu, ada konsulen (sebut saja dr.A, Sp.PD) yang hobi banget ngasih tugas bila ia menjumpai kekurangan saat koas melaporkan keadaan pasien, dan hebatnya 3 dari 4 orang koas yang tugas di ruang rawat wanita saat itu pecah telor di hari pertama dr.A visit X'D

Nah, di stase anestesi sendiri, bagi kami yang paling dihindari adalah cyto alias operasi yang direncanakan tiba-tiba atas indikasi darurat, yang dilakukan diluar waktu kerja. Kami sudah memasuki minggu ke 3, dan cyto baru terjadi sekali yaitu pada hari sabtu minggu pertama, yang saat itu bukan namaku yang terpampang sebagai koas anestesi yang piket. I was hoping that my lovely weekend wouldn't be disturbed by the cyto call until we finish this stage, but BOOM~! Panggilan itu datang juga di minggu ke-3 ini => pecah telooooor~!

Jumat, 6 November 2015, waktu lagi serius banget mandangin monitor vital sign pasien op di ruang OK 4, terdengarlah sepotong suara yang mengatakan akan ada cyto bedah laparotomi keesokan hari dari salah satu perawat, dan aku langsung sadar bahwa aku piket esoknya. Dat feeling man, still could handle it tho. But i never knew that an unforgettable thing would happen the next day!!

Kamis, 05 November 2015

Koas Masa' Gitu?

Udah sekitar 7 bulan menjalani proses pra klinik dan berstatus co-assisten alias koas tapi baru kali ini akhirnya terkumpul niat untuk menuliskan tentang suka duka kehidupan dalam rangka mencapai cita-cita inih. *memandang foto emak bapak*

Kami para sarjana berstatus mahasiswa di FK Unimal diharuskan menjalani studi pra klinik di RSUCM (bukan Cipto Mangunkusumo yeh but Cut Meutia) selama kira-kira 1 tahun 9 bulan yang dilanjutkan di RSUZA Banda Aceh selama kurang lebih 4 bulan dan lalu selama 5 minggu di RSUP Medan dan terakhir balik lagi untuk FOME di kampus tercinta selama 10 minggu. Ribet yeh, gak ribet bukan koas namanya. And yeah, perjalanan masih puanjaaaang~!

Banyak banget ilmu baru yang di dapat yang gak bakalan nemu dgn  sekedar baca textbook doang yang mana membuat ku berpikir masa perkuliahan selama 3,5 tahun itu seems wasting time and worthless XD *minta dipalu reflex*. Yah mau begimana lagih, kalau yang dibuku biasanya penyakit dibahas satu per satu giliran ketemu pasien biasanya udah campur-bayur gejalanya belum lagi latar belakang pasien yang berbeda-beda jadi beda juga penanganannya, beneran kayak belajar dari 0 lagih. Di sini lah aku bener-bener ngerasa gimana beratnya peran jadi dokter itu, tanggung jawabnya gengs, 'khan maeeeen~

Koas itu bikin stress!!
Yang ngerasa koas makin kurus biasanya karna kebanyakan kerja dan pikiran, kalau yang tambah gemuk berarti dia yang pandai mengatasi stress nya itu dengan asupan gizi berlebih #truestory

Funky Monkey Babys ~ 'Kono Sekai ni Umareta Wake' Lyrics & Indonesian Translation

Ini kali pertama aku menge-post translasi lirik, udah dari lama pengen nyoba translate salah satu lagu favoritku ini. OST dari Hayami-san to Yobareru Hi, lagu yang artinya berjudul "Alasan ku terlahir di dunia ini" punya lirik yang romantis bangeets, dan kalau nonton dramanya bakalan lebih 'ngena' dan ikutan baper jadinya, muhehehehe. So, ini dia tranlasi yang sengaja ku buat agar dapat dinyanyikan dalam bahasa indonesia, beberapa kosakata ada yang sedikit dimodifikasi agar lebih nyambung dengan makna dalam bahasa indonesia, jadi kurang dan lebihnya mohon maaf yaaaah~

Senin, 02 November 2015

Hayami-san to yobareru Hi : A Heartwarming Family Dorama

Apa kamu pernah mendengar tentang kisah seekor landak yang melawan seekor kelinci dalam sebuah pertandingan balap lari? Setelah beberapa kali pertandingan selalu saja si landak yang mencapai garis finish lebih awal dari si kelinci hingga membuat si kelinci yang tadinya tidak mau mengalah menjadi kelelahan. Rahasia kemenangan si landak sendiri sebenarnya adalah adanya si istri landak yang membantunya. Dikarenakan penampilan mereka berdua sama persis, tidak ada yang tahu bahwa yang menginjak garis finish bukanlah si landak jantan namun merupakan si istri yang sebelumnya bersembunyi. Kecerdikan para landak ini telah mengalahkan si kelinci yang berkaki cepat.

Nah, cerita inilah yang menginspirasi seorang Yuriko Kanai (Nao Matsushita) agar ia bisa menjadi seorang istri yang bisa mendukung suaminya seperti si istri landak. Meskipun karirnya yang sangat cemerlang di perusahaan produktor mainan di tempatnya bekerja, ia rela meninggalkannya demi bisa menjadi istri yang baik bagi Kyoichi Hayami (Yoshihiko Inohara), salah satu karyawan yang berkerja di bawahnya. "Hari saat aku dipanggil 'Nyonya Hayami'", begitulah judul dari serial drama jepang yang bergenre Home Drama ini. Salah satu drama yang meninggalkan kesan sendiri bagiku setelah menamatkannya. 



(Beating) Negative Thoughts

Ku kira, telah berhasil ku lewati fase yang paling sulit dari pengobatan penyakitku, yakni operasi. Ku kira, setelah ini aku sudah mulai bis...